Pembukaan acara oleh Mukhtar Sofwan (tengah, sedang menepukkan tangan), Kamis (24/10) di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo. (Foto: Nurul Milah/SQ)

SQPers – Dalam rangka peringati Hari Santri Nasional Rayon Al-Imam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) selenggarakan kegiatan tumpengan dan Tadabur alam, Kamis (24/10) kemarin di Taman Rekreasi Kalianget, Wonosobo.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 62 anggota baru pasca Mapaba Rayon Al-Imam FITK yang merupakan kumpulan dari 5 program studi yaitu; Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtid’iyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Fiska.

Acara dibuka dengan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh ketua Majelis Pembina Rayon (Mabinra) Al-Imam Mukhtar Sofwan.

Mukhtar (sapaan akrabnya) berpesan kepada seluruh anggota dan kader yang hadir di acara tersebut, bahwasannya harus selalu menanamkan semboyan ‘NKRI HARGA MATI’, sebagai garda terdepan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Kita semua sebagai kader PMII sekaligus sebagai santri pergerakan di hati kita harus tertanam “NKRI HARGA MATI”. Kita semua adalah orang-orang yang dipilih Indonesia untuk menjadi garda terdepan bangsa demi menegakkan dan menjaga keutuhan NKRI ini,” ucapnya yang juga sebagai dosen di FITK UNSIQ.

Mukhtar menambahkan, diselenggarakan acara ini dapat menambah rasa cinta dan syukur kita terhadap Allah SWT.

Ketua Rayon Al-Imam Ahmad Munawir mengatakan dalam sambutannya, bahwa santri bukan hanya mereka yang belajar di pondok saja, tetapi kader PMII juga merupakan santri, yaitu santri pergerakan.

“Santri bukan siapa dia yang tinggal di pondok saja, namun kita kader PMII juga merupakan santri, lebih tepatnya santri pergerakan,” katanya.

Munawir juga berharap pasca kegiatan ini bisa menambah jiwa-jiwa santri pergerakan lebih bermartabat dan punyai rasa sosial yang lebih.

Ketua Komisariat Al-Muntaha PMII UNSIQ yang diwakili oleh Fahri menegaskan, konsistensi berproses di PMII yang paling utama adalah untuk senantiasa bersama bergandeng tangan satu angkatan dan satu cita sesama anggota.

“Berproses di PMII yang paling utama bukanlah diri kita menjadi lebih baik atau tidak tapi dimana kita semua bisa saling menggandeng tangan dan bisa saling menjaga antar sesama anggota untuk konsisten berproses di PMII,” tegasnya yang juga selaku Ketua Kaderisasi Komisariat Al-Muntaha PMII UNSIQ.

Kegiatan tadabur alam ini diisi dengan serangkaian beberapa perlombaan tradisional diantaranya; gerobak sodor dan estafet air.

Penulis: Nurul Milah, Jurnalis LPM SQ

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *