Penyampaian sambutan di acara pembukaan (launching) klinik Unsiq ‘Nurussyifa’ oleh ketua Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (YPIIQ), Syarif Hidayat, Minggu (29/12/2019). (Foto: Yusuf Mufadhol/SQ).
SQPers – Peresmian klinik milik Unsiq yang diberi nama ‘Nurussyifa’ diresmikan langsung oleh ketua Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Al-Qur’an (YPIIQ) Syarif Hidayat dalam acara pembukaan (launching) klinik, Minggu (29/12/2019). 

Dalam sambutannya Syarif Hidayat berharap, supaya klinik Unsiq Nurussyifa dapat bekerjasama dan berkolaborasi lebih lanjut dengan puskesmas setempat.

“Keberadaan klinik-klinik dan puskesmas itu keberadaannya tidak dalam posisi persaingan, tapi semuanya bersama dalam sebuah  kolaborasi dan kebersamaan,” katanya di sela-sela acara.

Dalam acara pembukaan ini juga dilaksanakan khitan masal yang diikuti kurang lebih 25 anak dari beberapa daerah di Wonosobo dan pengobatan gratis yang diikut sebanyak 15 orang warga dengan usia antara 50-60 tahun ke atas.

M. Fahrurazi selaku direktur klinik Unsiq Nurussyifa mengatakan, dengan dibukanya klinik supaya dapat memberi berkah untuk seluruh lapisan masyakarat.

“Diharapkan kegiatan pembukaan klinik Unsiq Nurussyifa ini menjadi sebuah berkah bagi masyarakat sekitar,” kata Fahrurazi dalam sambutannya di acara pembukaan.


Selain itu, Fahrurazi menjelaskan bahwa acara khitanan massal ini sudah diselengarakan kedua kalinya.

“Yang pertama itu pas waktu pembangunan (gedung pascasarjana, red) dan yang kedua ya hari ini pas launching-nya (klinik Unsiq Nurussyifa, red),” jelasnya saat ditemui disela-sela acara pembukaan.

Turut hadir dalam acara diantaranya, Junaidi kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo guna menyerahkan izin operasionalisasi klinik Unsiq Nurussyifa kepada Rektor UNSIQ KH. Mukhotob Hamzah. 

Acara yang dimulai pukul 08.15 WIB ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan pemotongan tumpeng dan pembukaan tirai secara simbolis oleh ketua YPIIQ sebagai tanda dimulai dan diresmikannya klinik Unsiq Nurussyifa, kemudian diakhiri dengan pelaksanaan khitanan massal serta pengobatan gratis.

Dalam kegiatan pengobatan gratis salah seorang warga desa Mojosari Naizah Fadholi (61) mengatakan, sangat membantu masyarakat sekitar. Naizah yang punyai keluhan sakit nyeri di bagian leher dan punggung mengaku rasa sakitnya lebih membaik setelah menjalani pengobatan gratis ini.

“Saya selalu merasakan nyeri-nyeri pada leher dan punggung, tapi dengan adanya pengobatan gratis ini saya merasa terbantu sekali. Karena rasa sakit nyerinya sudah agak sedikit hilang setelah berobat,” katanya.

Selain itu, M. Zainnafiudin salah seorang peserta khitan massal berasal dari desa Bumi Roso, mengaku senang dan tidak takut kala dikhitan. Dan ketika tim SQ bertanya kepadanya tentang alasan melakukan khitan ini, jawabannya sungguh tak terduga.

“Karena pingin solat, puasa dan membedakan yang benar dan yang salah,” jawabnya.

Penulis : Yusuf Mufadhol, Jurnalis LPM SQ
Editor : Hanna Kristianasari, Pimred LPM SQ 2019-2020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *