Foto bersama Dzurriyyah PPTQ Al-Asy’ariyah, Rektor dan segenap Civitas Akademika Unsiq Jawa Tengah di Wonosobo setelah penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah sebagai awal pembuatan Al-Qur’an Akbar Ke Sebelas, Rabu (12/8) di Masjid Al-Furqon Unsiq. (Foto: Samsul Munir Amin/Wakil Rektor III Unsiq)

SQPers – Penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah sebagai tanda dimulainya pembuatan al-Qur’an Akbar yang ke sebelas dilaksanakan pada Rabu, (12/8) kemarin di Masjid Al-Furqon Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo. Penulisan tersebut secara simbolik ditulis oleh Fauzi Zaid atau biasa dipanggil Haji Falas dari Kabupaten Batang.

Rencananya setelah penulisan Al-Qur’an Akbar ke sebelah selesai, akan diberikan kepada Haji Ahmad Azhar, putra Haji Falas sebagai bentuk ungkapan terima kasih dari Unsiq karena pihaknya telah ikut serta dalam wakaf pembangunan Masjid Al-Muntaha Kampus II Unsiq di jalan jalur Wonosobo-Dieng, Krasak. 
Haji Azhar mengungkapkan, selain sebagai bentuk kepeduliannya atas pembangunan Masjid Al-Muntaha, wakaf merupakan salah satu bentuk investasi dunia sampai akhirat.

“Oleh karenanya, atas dasar itulah saya merasa perlu untuk ikut andil wakaf dalam pembangunan Masjid Al-Muntaha di Kampus II yang sekarang masih dalam tahap pembangunan,” ungkapnya yang juga salah satu alumni PPTQ Al-Asy’ariyah ini.

Sedikitnya hadir dalam acara segenap keluarga besar Dzurriyyah PPTQ Al-Asy’ariyah, seperti KH. Mas’udan Asy’ari, KH. Ahmad Atho’illah Asy’ari Al Hafidz dan Gus Mukhamad Ngafan Mastur. Dengan diawali pelaksanaan khataman Al-Qur’an 30 Juz oleh santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Nawwir Quluubanaa, Kalibeber.


Penulisan huruf Ba’ pada surat Al-Fatihah oleh Haji Falas (tengah) disaksikan Kyai Hayatudin (sebelah kanan Haji Falas pakai kacamata), Gus Azhar, Dzurriyyah PPTQ Al-Asy’ariyyah, Rektor dan Civitas Akademika Unsiq. (Foto: Samsul Munir Amin/Wakil Rektor III Unsiq)

Selain itu, hadir pula KH. Muchotob Hamzah selaku Rektor Unsiq serta segenap civitas akademika Unsiq. Dalam sambutannya, Muchotob Hamzah menerangkan tentang makna dari kata akbar pada penulisan Al-Qur’an Akbar mengandung arti tentang penyebaran pesan dakwah Al-Qur’an supaya lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Selain itu, bagaimana Al-Qur’an itu bisa menjadi modal dakwah umat Islam dan selalu menjadi pedoman hidup,” terangnya.

Penulisan Al-Qur’an Akbar selanjutnya akan diselesaikan oleh Tim Penulis Bayt Al-Qur’an Unsiq Wonosobo yang diketuai Kyai Hayatudin Al Hafidz juga sebagai penulis bersama beberapa pengurus di dalamnya, di antaranya Anas Ma’ruf selaku pembuat ornamen di pinggir kertas yang di dalamnya terdapat tulisan Al-Qur’an Akbar dan Khoriul Anam yang bertugas membuat sketsa tulisan dari pensil kemudian dilanjutkan menggunakan tinta rortring berwarna hitam.

Kontributor: Banas Creative Media Center
Editor: Redaktur LPM SQ

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *