Prosesi wisuda Unsiq Ke-39, Rabu (26/8) di depan Aula Al A’la Unsiq. (Foto: Hisnul/SQ)
SQPers – Akibat masa pandemi prosesi wisuda Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo ke-39 tanpa kehadiran orang tua, Rabu (26/8). Meskipun tanpa kehadiran orang tua dan tidak semeriah dari tahun-tahun sebelumnya tidak mengurangi antusias para wisudawan dan wisudawati sehingga acara tetap berjalan dengan singkat dan khidmat. 

Wisuda yang digelar bertempat di depan Aula Al A-la Unsiq diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku juga pembatasan kuota yang hadir. Para wisudawan yang baru datang dari gerbang mulai diarahkan untuk cuci tangan dan memasuki tempat seterilisasi serta menjaga jarak satu sama lain. Setelah selesai pun mereka langsung diarahkan untuk keluar gerbang. 

Wisuda kali ini dibagi menjadi dua sesi prosesi wisuda dengan jumlah total 452 wisudawan. Sesi pertama dilakukan mulai pukul delapan pagi sampai sebelas siang dengan jumlah wisudawan 219 yang berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) (122), Fakultas Komunikasi dan Sosial Politik (FKSP) (19), Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) (47), Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) (17) dan Program Pascasarjana (14). 

Sedang sesi kedua pada pukul satu siang sampai empat sore berjumlah 233 wisudawan dengan persebaran wisudawan dari Fakultas Tehnik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) (51),  Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) (102), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) (80). 

Pada wisuda ke-39 ini untuk lulusan terbaik di tiap fakultas diraih oleh Laela Fadjriyatul Hasanah dengan (IPK 3.96) dari FEB, Ahmad Taqwin dengan (IPK 3,87) dari FKSP, Tesya Amelia dengan (IPK 3,93) dari FITK,  Abdul Rofi’ dengan (IPK 3,92) dari FSH, Indah Riastuti dengan IPK (3,82) dari FIKES, Suprihatiningsih dengan (IPK 3,90) dari FBS, Irma Dwi Saputri dengan (IPK 3,77) dari FASTIKOM dan Ahmad Mujahid Abdul Haris dengan (IPK 3,57) dari Pascasarjana.

Suprihatingsih menjelaskan terkait keberhasilannya meraih prestasi wisudawan terbaik dari FBS menjelaskan, diharuskan adanya kerja keras untuk meraih sebuah keberhasilan demi tercapainya sebuah cita-cita dan pantang berhenti punyai kemauan untuk senantiasa belajar.

“Tepenting kita mau dan sudah memilih untuk belajar jadi harus mau belajar, jika ada kendala harus menghadapinya jangan lari dari masalah kalaupun lari dari masalah ketika kembali masalah itu akan tetap ada, sebesar apapun masalahnya harus ingat kepada Allah yang jauh lebih besar,” jelasnya. 

Ketua Senat Unsiq Ngarifin Shidiq mengharapkan, kepada para wisudawan ke-39 kelak menjadi lulusan yang _Kuntum Khoriu Ummati Ukhrijat Linnaas_ yaitu menjadi orang terbaik di waktunya.

“Kepada para wisudawan wisudawati semoga ilmu yang diperoleh akan menjadi tambahan bekal pengabdian dalam darma bakti agama, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” harapnya. 
Penulis: Hanna Kriatianasari, Pemimpin Redaksi LPM SQ 2019-2020

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *