Istighosah Akbar PC PMII Wonosobo (foto : Rezpati/PMII)

SQPers – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Wonosobo melakukan aksi solidaritas dengan menggelar istighosah Kubro untuk warga Desa Wadas pasca tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dalam proses pengukuran lahan penambangan batu Andesit di Desa Wadas, Purworejo, pada Selasa, (8/02) kemarin.

Istighosah kubro yang diadakan di masjid Al Furqon kampus Universitas Sains Al Qur’an (Unsiq) diikuti oleh puluhan kader PMII Wonosobo dan dilanjutkan dengan pembacaan sikap PMII Wonosobo atas kesewenang-wenangan pemerintah terhadap warga Desa Wadas.

Sekertaris PC PMII Wonosobo, Candra Yudha Satria mengungkapkan akan mendukung segala bentuk perjuangan warga wadas dalam mempertahankan ruang hidup mereka dari kesewenang-wenangan pemerintah.

“Kami siap bersolidaritas bersama warga Wadas dalam situasi dan kondisi apapun,” ungkap Candra.

Lebih lanjut, tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian dengan menangkap 67 warga padahal tidak melakukan tindak pidana. Meskipun warga sudah dibebaskan, tindakan tersebut termasuk bentuk pelanggaran HAM serta perampasan ruang hidup.

Seperti yang termuat dalam, Pasal 66 UU Nomor 32 Tahun 2009 “Setiap orang berhak memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupuin digugat secara perdata”.

“Kami melihat bahwa aparat dan penguasa bertindak dengan sewenang-wenangnya, Kami PC PMII Wonosobo senantiasa mendukung perjuangan warga Wadas dan menuntut proyek tersebut dibatalkan,” tegas Ketua PC PMII Wonosobo Ahmad Munawir.

Reporter : NH/sq

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *