Aksi Aliansi Wonosobo Melawan di Kantor DPRD Wonosobo foto : lady/sq

SQPers- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Wonosobo Melawan (AWM), menggelar demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wonosobo, pada Kamis (21/04) siang.

Peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat tersebut menyampaikan tujuh tuntutan yaitu : Usut tuntas kartel mafia minyak goreng; berikan keadilan dan harmonisasi perpajakan; tolak wacana kenaikan BBM, gas LPG 3 kg, dan listrik; berikan subsidi pupuk untuk seluruh petani; cabut Undang-undang Cipta Kerja dan turunannya; Tolak proyek strategis n nasional (PSN) yang tidak berpihak kepada rakyat; dan tolak wacana tiga periode.

Ahvas selaku Koordinator Umum (Kordum) menyampaikan selain isu nasional juga mengangkat isu daerah yang ada di Wonosobo.

“Kita juga menyuarakan isu-isu daerah, seperti Proyek Strategis Nasional di Geo Dipa, juga dari sisi pertanian yang relate di Wonosobo terkait aturan penggunaan bibit dan pupuk,” ujar Ahvas.

Menurutnya, setelah dilakukan aksi ini masyarakat bisa lebih memperhatikan kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada rakyat.

“Point utama dalam aksi ini yaitu, komitmen massa aksi dalam menjemput kedaulatan rakyat,” tegas Ahvas.

Selaras dengan Ahvas, Abror selaku Koordinator lapangan aksi mengatakan, dengan berbagai masalah diatas menunjukkan keberpihakan pemerintah tidak kepada masyarakat. Pihaknya ingin menyampaikan aspirasi ke DPRD agar diteruskan sampai ke pemerintahan pusat.

“DPRD yang dianggap sebagai perwakilan rakyat diharapkan bisa menyampaikan aspirasi kami sampai ke pusat,” paparnya.

Merespon DPRD yang tidak menemui massa aksi sebab tengah melakukan kunjungan ke luar daera, Abror menegaskan akan terus menggelar aksi serupa sampai aspirasi kami bisa disampaikan ke atas.

“Akan ada rencana aksi sampai DPRD menyatakan sikap, kemungkinan aksi berikutnya akan ada massa aksi yang lebih banyak,” jelas Abror.

Reporter : Naja dan Lady/SQ

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.