sqpers.com

Kajian filsafat memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa, mengajarkan mereka untuk memikirkan tindakan mereka dan alasan di baliknya. Dengan demikian, tanggung jawab moral tumbuh dalam diri mahasiswa terhadap segala yang mereka lakukan dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Filsafat Pendidikan Islam menjadi landasan berpikir yang menggabungkan ajaran agama Islam dengan kemampuan manusia untuk dibina, dikembangkan, dan dijiwai oleh nilai-nilai Islam.

Dalam dunia pendidikan, filsafat memberikan arahan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat. Salah satu aliran filsafat yang relevan adalah aliran idealisme, yang menempatkan peserta didik sebagai subjek yang memiliki pengetahuan yang tersimpan dalam dirinya. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan Masa Ta’aruf (MATAF) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) 2023 yaitu “Ta’aruf Mahasiswa Baru Demi Menjaga Rasa Kekeluargaan dan Merefleksikan Falsafah Pendidikan Masa Kini yang relevan” yang menghadirkan seorang doktor Filsafat Islam dan dosen Akidah Filsafat di UIN Salatiga, Dr. Fahruddin Faiz S.Ag., M.Ag., sebagai pemateri.

SQPERS.COM

Dalam orientasi filsafat pendidikan, terdapat empat tingkatan: formalistik, idealistik, egoistis, dan provetik. Orientasi ini tidak hanya mengacu pada kualitas diri, tetapi juga pada manfaat bagi sesama. Tujuan belajar dan mengajar mencakup aspek profesionalisme, kasih sayang, menjaga diri dari dosa, wawasan luas, keahlian mengajar, dan pengakuan melalui karya yang terkenal.
Filsafat idealisme sangat relevan dalam dunia pendidikan karena menempatkan peserta didik sebagai subjek yang memiliki potensi dan pengetahuan dalam dirinya. Untuk mencapai kriteria ideal, mahasiswa perlu menjalani proses tarbiyah, taklim, taqdim, dan momong diri. Ini melibatkan pengaktualisasian diri, pengisian ilmu melalui kajian-kajian, berbaur dengan masyarakat secara optimal, beradab, dan memberikan yang terbaik.

SQPERS.COM

Sebagai mahasiswa, keterlibatan aktif di masyarakat dengan penuh adab dan memberikan kontribusi terbaik adalah suatu keharusan. Implementasi filsafat dalam kehidupan sehari-hari juga tercermin dalam penerapan prinsip etika saat menghadapi situasi moral kompleks. Pilihan antara berbohong untuk melindungi diri atau mengungkapkan kebenaran menjadi refleksi dari nilai-nilai yang ditanamkan melalui filsafat pendidikan.
Filsafat materi penting dalam manusia adalah pendidikan, karena manusia bukanlah paket jadi, melainkan paket potensi. Kedua, nilai seseorang tergantung pada akhlaq dan ilmunya. Ilmu menjadi bernilai ketika diamalkan dengan iklas, dan pengembangan diri mencapai level yang lebih tinggi, mencakup formalistik, idealistik, egoistik, dan provetik.
Dengan memahami konsep ini, mahasiswa dapat merancang perjalanan pendidikan mereka dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab moral, mengintegrasikan nilai-nilai Islam, dan mengaplikasikan filsafat idealisme dalam setiap aspek kehidupan mereka. Melalui kegiatan seperti MATAF PAI UNSIQ 2023, mahasiswa dapat menjalani proses ta’aruf untuk membentuk kekeluargaan yang kuat dan merenungkan relevansi filsafat pendidikan Islam dalam konteks zaman modern.

Pewarta : Nidy dan Intan
Penulis : Atiqotul
Editor : Repelita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *