SQPERS.COM

(29/11/23) Rektor Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) telah melantik 13 anggota Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan 5 anggota Badan Pengawasan Pemilihan Umum Mahasiswa (BPPUM). Kedua badan tersebut dibentuk untuk mewujudkan Pemilihan Umum Mahasiswa (PEMILWA) yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2023.

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa (PresMa) UNSIQ, Bagus Adi Saputro berharap target partisipasi mahasiswa pada momentum PEMILWA mencapai angka 80% hingga 100%. Untuk itu perlu adanya keterlibatan dari berbagai pihak akan kesuksesan pesta demokrasi mulai dari tingkat Kordinator Tingkat (Komting) kelas, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM U), dll.

SQPERS.COM

Zaenal Sukawi, Rektor UNSIQ mengungkapkan angka 70% keanggotaan KPUM dan BPPUM di isi oleh perempuan, sedangkan 30% anggotanya adalah laki-laki. Angka tersebut tentunya berbanding terbalik dengan kenyataan politik di masyarakat dimana untuk mencapai angka 30% keterlibatan perempuan membutuhkan perjuangan yang lebih. “Menurut saya tidak ada masalah mengenai jumlah petugas perempuan. Kita disini juga sama-sama belajar dan berproses.” Jawab Novika Wardani selaku ketua BPPUM dalam wawancaranya.

Adapun BPPUM sendiri adalah lembaga independent yang baru dibentuk pada periode 2023/2024, tugasnya yaitu melakukan pengawasan ditahap awal mengenai daftar pemilih. Selain itu badan ini akan mengawasi jalannya demokrasi kampus yang ada mulai dari pendaftaran dan verifikasi data calon pemilih maupun bakal calon pemimpin dari tiap partai politik, sosialisasi PEMILWA, pengawasan pada tahap kampanye, serta puncaknya ialah pengawasan pada saat pemungutan dan perhitungan suara. Setelah itu, BPPUM juga mengawasi kandidat terpilih pada tahap apresiasi serta deklarasi kemenagan pada tanggal 28 Desember 2023.

SQPERS.COM

Zaenal Sukawi menekankan pentingnya keseriusan, kecermatan, dan ketertiban dalam pemanfaatan teknologi cyber untuk menjaga keterhubungan dan sistematika yang optimal dalam sambutannya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa hingga mencapai 100% pada Pemilihan Umum Mahasiswa (PEMILWA). Ia mengusulkan solusi dengan melaksanakan PEMILWA tahun 2023 secara online, yang akan terintegrasi dengan sistem akademik masing-masing mahasiswa.

Azif Nur Falaq, Ketua DPM U, mengungkapkan bahwa pada PEMILWA periode 2022/2023, dari 6.000 mahasiswa aktif, hanya 1.800 yang berpartisipasi. Wahyu Septiyani, Ketua KPUM, menyatakan bahwa keputusan antara pelaksanaan online atau offline masih dalam tahap diskusi, terutama terkait sistem pemungutan suara. Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui sosial media KPUM dan lembaga mahasiswa dengan Peraturan KPUM. Namun, KPUM akan mempertimbangkan pengalaman PEMILWA tahun lalu yang dilaksanakan secara offline dengan tingkat partisipasi rendah, sambil mempertimbangkan saran dari rektor UNSIQ untuk melaksanakan pemungutan suara secara online guna mencapai partisipasi 100%, sejalan dengan keterhubungan sistem akademik setiap mahasiswa.

SQPERS.COM

Kesemarakan pesta demokrasi di UNSIQ dapat dilihat dari jumlah perwakilan dari tiap Himpunan Program Studi (HMP), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), dll ketika menghadiri rangkaian acara yang di gelar oleh DPM mulai dari pelantikan KPUM dan BPPUM, sosialisasi PEMILWA 2023, dan bincang bersama DPM U menuju PEMILWA tahun 2023. Tujuannya agar proses PEMILWA dapat berjalan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Nyatanya setelah diadakannya pelantikan KPUM dan BPPUM dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan bincang dengan DPM U. Dimana mahasiswa berhak untuk menyalurkan gagasan, ide, pemikiran, maupun masukan terkait PEMILWA maupun isu kampus yang sering diperbincangkan dikalangan mahasiswa.

Pewarta: Ledi, Erik, dan Ifah
Penulis: Ifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *