Kawasan Kampus 2 UNSIQ kini sedang diramaikan Pasar Malam sejak Selasa, (12/12) lalu. Rencananya, Pasar Malam yang berada di lokasi aktivitas mahasiswa tersebut akan berlangsung selama 25 hari. Selama beroperasi, Pasar Malam buka mulai sore pukul 17.00 WIB sampai malam hari pukul 22.00 WIB.
Grup pengelola Pasar Malam asal Surakarta “Berkah Ria” menggelar parade wahana permainan dalam rangka untuk hiburan masyarakat Wonosobo. Menurut keterangan pengelola, area Kampus 2 UNSIQ merupakan salah satu lokasi strategis yang padat penduduk, sehingga dinilai akan ramai dikunjungi jika menggelar lapak bazzar di lokasi kampus tersebut.

SQPERS.COM

“Pengunjung itu masuk ke sini mindset-nya ternyata asyik, kan, begitu? Bisa dipergunakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat juga di wilayah sini. Kebetulan di depan masjid digunakan rest area. Kemungkinan ada orang luar kota juga yang kemari,” kata Ismoyo (44) selaku Direktur “Grup Berkah Ria 03”.
Ia mengaku telah mendapat izin melalui SOP dari pihak yayasan kampus dan tidak berani menggelar Pasar Malam sebelum ada konfirmasi persetujuan.
“Kita dari Tim Berkah Ria mengajukan kerja sama dengan Yayasan. Namanya pinjam-sewa. Sewa lokasi untuk mengadakan event Pasar Malam. Terus di-acc, kemudian kita baru berani activity,” jelasnya.

Seorang remaja asal Kertek Wonosobo, sengaja mengunjungi Pasar Malam untuk mengisi waktu bersantai. Ia bersama dua orang temannya yang lain, sedang duduk di salah satu penjaja kuliner dan berharap lokasi Pasar Malam bisa diadakan di banyak tempat, bukan hanya di Kampus 2 UNSIQ.
“Adanya pasar malam bisa positif atau negatif. Positif, kalau niatannya mau cuma mau hiburan, jadinya hal ini positif. Tapi kalau macam-macam, bisa terjerumus ke hal yang negatif. Harapannya, ada Kecamatan lain juga butuh hiburan untuk main ke pasar malam. Bukan hanya di sini saja,” kata Muhammad Fadli.

SQPERS.COM

Tanggapan Usman (44) sebagai salah satu pedagang lokal terhadap ada atau tidaknya Pasar Malam, belum memberi keuntungan signifikan. Namun bisa sedikit menjadi tambahan penghasilan. Ia merasa bersyukur selama ini masih diperkenankan berdagang di area Kampus 2. Selama ini, Usman menjual dagangannya dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor.
“Terima kasih adanya fakultas (kampus) di sini jadi tambahan penghasilan. Biasanya saya jualan keliling di sekolah-sekolah. Kalau ditanya izin, sempat mengajukan izin UMKM. Kalau izin halal belum ada,” ucap pria asal Banten yang kini menetap di Wonosobo.

Penulis: Rossihan A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *