SQPERS.COM

Musyawarah Mahasiswa Universitas yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSIQ lantai 3 pada Sabtu (20/1) disaksikan oleh beberapa perwakilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa)

Dalam setiap pergantian kepengurusan perlu diadakannya pertanggungjawaban progam kerja yang telah berlangsung untuk memudahkan evaluasi kedepannya. Musyawarah mahasiswa tingkat universitas ini berisikan rangkaian acara sidang pelaporan pertanggungjawaban Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Falsafah Juang periode 2023-2024 dan musyawarah dari tanggapan perwakilan Ormawa. Hanya sebanyak 69 orang yang hadir dari total 135 undangan peserta.

SQPERS.COM

Pemaparan program kerja, kendala dan solusi yang diambil disampaikan langsung  oleh setiap bidang kementerian. Diantara formatur kepengurusan terdiri dari ketua BEM, sekertaris jendral,  kementrian  keuangan, kementrian pendidikan dan budaya, kementrian dalam negeri, kementerian luar negeri, kementrian agama, dan kementerian riset dan teknologi. Acara yang dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00-15.00 WIB. Mundur dari jadwal dan dimulai berkisar pada pukul 10.30 dan berakhir pukul 14.00 WIB.

Muhammad Husain, wakil ketua BEM Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) beranggapan durasi Musyawarah Mahasiswa kurang lama. Ia mengatakan masih banyak yang belum diketahui lebih lanjut dari pemaparan BEM U.
“Mahasiswa itu kurang aktif  dalam menanggapi, agar durasi berlangsungnya musma bisa lebih panjang, jadi kita bisa mengetahui progres dari BEM U sebelumnya dan kita bisa mempertanyakan banyak tentang apa yang sudah dikerjakan,” jelasnya.

SQPERS.COM

“Pencapaian periode kali ini jelas, konstruksi yang dibangun dari rekonstruksi periode sebelumnya sangat terlihat. Dengan sekitar 27 program kerja yang terlaksana, BEM U bisa mengadakan Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang sudah menjadi wacana dari dulu dan berjalan sukses dengan peserta yang menyelesaikan secara tuntas 125 orang,” terang Bagus Adi Saputro, demisioner BEM.

Bagus, menjelaskan ada beberapa hambatan dalam masa kepengurusan yang dipimpinnya. Salah satu faktor yang dominan adalah banyaknya pengurus BEM U yang wisuda di bulan Agustus sekitar 17 orang, padahal di bulan September BEM U harus mempersiapkan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sebagai gerbang awal mahasiswa baru mengenal UNSIQ secara mendalam. Selain itu dalam manajerial organisasi, akan susah ketika yang gerak hanya presiden mahasiswa (Presma) atau Badan pengurus harian.
Ia juga memberi Saran kepada kepengurusan BEM selanjutnya, yang mungkin perlu ditingkatkan adalah intensitas komunikasi antar kedua lembaga, rekonsiliasi harus dijalankan dan saling bersinergi dalam menjalankan kerja-kerja organisasi.

SQPERS.COM

Sebagai ketua sidang, Azif Nur Falaq ikut merespons dan memberikan catatan terhadap kinerja serta evaluasi kepengurusan BEM kabinet Falsafah Juang. Dalam tanggapannya, ia menyoroti beberapa aspek, termasuk rekapitulasi administrasi terutama dalam hal surat-menyurat, dan keterlibatan DPM yang terbilang minim dalam Rapat Kerja dan formatur BEM U 2023-2024. Selain itu, Azif juga menekankan perlunya intensifikasi kinerja Kemendagri terkait program kerja yang mengalami “Breakdown” (turun ke bawah) dan proporsionalitas anggaran, dengan pemahaman bahwa beberapa kendala mungkin timbul selama proses bersama rektorat. Di samping itu, ia menilai penting untuk mempertanyakan sejauh mana tingkat kolaborasi dan elaborasi yang telah tercapai dalam kepengurusan tersebut.

Pewarta: Anwar, Fatma, Naja, dan Hasna.
Penulis : Hasna Faza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *